English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 09 Februari 2011

Tips Membedakan Spareparts Asli dan Palsu


Maraknya pemalsuan terhadap komponen kendaraan pastinya menimbulkan perhatian besar dikalangan konsumen. Karena itu patut dicermati sebelum membeli sebuah suku cadang baik motor atau mobil agar tak mendapatkan yang palsu.

Kuasa Hukum Toyota Justisiari P Kusumah menilai, konsumen harus lebih cermat dalam memilih komponen suku cadang agar tak mendapatkan yang palsu. Caranya, dengan beberapa langkah berikut:

1. Harga
Tidak dapat dipungkiri, harga menjadi satu dari sekian banyak alasan mengapa konsumen memilih sebuah suku cadang tertentu. Namun perlu diingat, bila pedagang menawarkan harga yang miring untuk suku cadang merek kendaraan tertentu, Anda perlu waspada. Sebab boleh jadi suku cadang yang ditawarkan itu palsu. Karena menurut Justisiari, pedagang suku cadang palsu rata-rata mengiming-imingi harga murah kepada konsumen agar mereka tertarik membeli suku cadang palsu. "Tapi hati-hati juga, karena saat ini biasanya beda harganya cukup tipis dengan suku cadang yang asli," paparnya.

2. Kemasan
Kemasan atau bungkus dari komponen suku cadang yang asli biasanya memiliki warna serta tulisan yang lebih jelas dibandingkan suku cadang palsu. Selain itu, suku cadang yang bukan original pun kerap kali memiliki kemasan yang pudar.

3. Bahan komponen yang digunakan
Setelah kemasan dibuka, biasanya akan terlihat komponen suku cadang yang dimaksud. Anda dapat memperhatikan secara detil seperti apa bahan yang digunakan pada komponen itu. Biasanya suku cadang palsu menggunakan komponen yang lebih memiliki mutu rendah dibanding yang asli. "Kalau yang asli misalnya pakai material baja, biasanya yang palsu cuma besi atau bahkan plastik," ungkap Justisiari.

4. Garansi
Perhatikan pula garansi yang diberikan oleh pihak penjual. Jika barang yang dimaksud asli, maka penjual akan memberikan garansi langsung dari produsen kendaraan yang bersangkutan, misalnya Honda, Yamaha,Suzuki dan sebagainya. Namun kalau penjual hanya memberikan garansi toko atau garansi distributor, bisa dipastikan suku cadang itu palsu. Selain itu sebisa mungkin carilah toko-toko yang memasnag label "Genuine Part". Karena dengan begitu biasanya si penjual sudah diberikan lisensi oleh produsen kendaraan yang dimaksud untuk menjual komponen suku cadangnya.

5. Lakukan servis di bengkel resmi
Ini merupakan bentuk tindakan paling aman. Karena dengan Anda melakukan servis berkala di bengkel-bengkel resmi kendaraan bermotor, maka otomatis produk suku cadang yang digunakan pun asli. Dan bila Anda masih memiliki kendala setelah melakukan servis, Anda langsung kembali ke bengkel tempat Anda melakukan servis tersbeut, karena biasanya mereka memberikan garansi.(waspada.co.id)

Rampok Sopan, Sebelum Beraksi Minta Maaf dan Janji Akan Kembalikan Uang

REPUBLIKA.CO.ID, SEATTLE--Pemilik pom bensin, John Henry, sudah merasakan kesalnya dirampok berkali-kali saat tengah malam. Tapi saat dirampok terakhir kalinya, Henry tidak merasa kesal, malah kasihan.

Kejadiannya terjadi Sabtu malam, pekan lalu, ketika seorang pria membayar 1,30 dolar AS untuk segelas kopi. Begitu Henry membuka mesin kasirnya, si pria menodongkan pistolnya.

Tapi alih-alih membentak, si perampok ini malah meminta uang dengan nada sopan dan pelan. "Saya benar-benar minta maaf harus merampok Anda. Tapi saya punya anak," kata si pria yang mengenakan topi dan pakaian hitam, seperti dilihat lewat kamera pengintai.

Begitu Henry mengeluarkan seluruh uangnya dari mesin kas, kembali si perampok meminta maaf dan berterima kasih. "Terima kasih banyak. Saya sangat menghargai apa yang Anda lakukan. Dan bila saya bisa kembali berusaha lagi, saya janji saya akan kembalikan uang ini," kata si perampok dengan sopan.

Henry akhirnya kasihan melihat pria tersebut. "Begini Pak, kalau Anda ingin uang, Anda bisa meminta-minta di tengah jalan. Jangan merampok. Kalau merampok Anda bisa masuk penjara dan keluarga Anda akan tersiksa," kata Henry, mencoba menyadarkan.

Akhirnya sembari menyerahkan uang ratusan dolar AS, Henry mengatakan, "Semoga Tuhan bersama Anda Pak." Si perampok sopan kembali menjawab, "Terima kasih banyak Pak, semoga Tuhan bersama Anda juga."
http://www.republika.co.id/berita/se...embalikan-uang

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger